Sistem Koloid

Sistem Koloid PPT
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Pembahasan


Pilihan ganda
1.      1.  Jawaban: B

2.    2   Jawaban: C (10-6)
Ukuran koloid berkisar antara 1nm-100nm (10-7cm-10-5cm)
1nm=10-9m=10-7cm
100nm=10-7m=10-5cm

3.   3.  Jawaban : D
Udara merupakan gas, dimana kombinasi gas dan gas tidak dapat menghasilkan sistem koloid. Opsi lain merupakan sistem koloid dimana
·         kaca berwarna merupakan sol padat(fase terdispersi:padat,medium pendispersi: padat)
·         cat dan tinta merupakan sol(fase terdispersi:padat,medium pendispersi: cair)
·         kabut merupakan aerosol cair(fase terdispersi:cair,medium pendispersi: gas)

4.   4. Jawaban: E
Medium pendispersi                                      fase terdispersi
·         Gel                          padat                                                              cair
·         Sol                          cair                                                                 padat
·         Busa                       cair                                                                 gas
·         Emulsi                     cair                                                                 cair
5.    5.  Jawaban: D
·         Cair-cair:  emulsi
·         Gas-cair: aerosol cair
·         Padat-gas: aerosol padat
·         Padat-cair: sol

6.    6. Jawaban: B
Koloid liofob memiliki affinitas(gaya tarik-menarik) lemah terhadap medium pendispersinya, jadi liofob tidak dapat menarik partikel medium pendisperinya.

7.    7.  Jawaban: E
·   Satu sendok teh gula dan satu sendok teh belerang digerus kemudian dilarutkan ke dalam air:  cara dispersi melalui cara mekanik
·   Pembuatan susu dengan mesin homogenisasi: cara disperse melalu homogenisasi
·   Air dipanaskan kemudian ditetesi larutan FeCl3: cara hidrolisis
·   Larutan As2O3 dialiri gas H2S: cara pemindahan

8.    8.  Jawaban: C
Dialisis adalah cara mengurangi ion-in pengganggu berasal dari larutan elektrolit ditambahkan ke dalam koloid dengan menggunakan selaput semipermebel untuk mempertahankan kestabilan koloid.

9.     9.  Jawaban: C
Parfum spray menggunakan tipe koloid jenis aerosol.

1   10.  Jawaban: B
Larutan ammoia bersifat basa akan melindungi partikel karet didalam sol lateks dari zat-zat bersifat asam sehingga sol terhindar dari penggumpalan.


Essay
1.    Rubrik penilaian
Jawaban
Nilai
Suatu campuran antara larutan sejati dan suspensi
0.5
Suatu campuran heterogen yang keadaanya atau sifatnya terletak antara larutan sejati dan suspensi
1,5
Suatu campuran heterogen yang keadaannya atau sifatnya terletak antara larutan sejati dan suspensi
Contoh: susu dalam air
2
Jumlah
4

2         2.    Rubrik penilaian
Jawaban
nilai
·         Telur: emulsi
·         Roti: buih padat
·         Embun: aerosol cair
·         Krim pelembab: emulsi padat
1
·         Telur: emulsi
Fase terdispersi:cair
Medium pendispersi: cair

·         Roti: buih padat
Fase terdispersi:Gas
Medium pendispersi: padat

·         Embun: aerosol cair
Fase terdispersi:cair
Medium pendispersi: gas

·         Krim pelembab: emulsi padat
Fase terdispersi:cair
Medium pendispersi: padat

3
jumlah
4

3         3.   Rubrik penilaian
Jawaban
Nilai
Mencampurkan larutan AgNO3 encer dengan larutan HCl encer atau NaCl encer
2
Reaksi yang terjadi:
AgNO3(aq) + HCl(aq) à AgCl (S) + HNO3 (aq)
-          AgNO3(aq) + NaCl(aq) à AgCl (S) + NaNO3 (aq)

2
Jumlah
4

4        4.   Rubrik penilaian:
Tipe Koloid
kosmetik
Nilai
Sol padat
Lipstick
1,5
Sol
Cat kuku
1,5
Emulsi
Pembersih muka
1,5
Aerosol
Hair spray
1,5
Buih
Sabun cukur
1,5
Gel
Minyak rambut
1,5
Jumlah
4

5       5.   Rubrik penilaian:
Jawaban
nilai
Adanya pengaruh efek tyndall
0.5
Cahaya putih melewati sistem koloid sehingga adanya hamburan cahaya pada sistem koloid.
0.5
Apabila cahaya putih dilewatkan ke dalam dispersi koloid yang partikel-partikel fase terdispersinya sangat kecil. Maka cahaya dengan panjang gelombang yang lebih pendek dari spectrum cahaya tampak akan dihamburkan lebih banyak oleh partikel koloidnya. Dengan demikian, disperse koloid akan tampak biru. Hal ini karena pada siang hari konsentrasi partikel koloid lebih sedikit dibandingkan pada waktu pagi. Itulah sebabnya langit tampak biru pada siang hari
3
Jumlah
4

Penilaian:
·         Pilihan Ganda: nilai= jumlah benar x 1 
  •   Essay=( jumlah benar/jumlah soal x 10)/ 10
  •   Keseluruhan =(nilai pilihan ganda+nilai essay)/2



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

LATIHAN SOAL


Latihan Soal
1.       Salah satu perbedaan antara koloid dengan suspensi adalah…
a.       Koloid jernih, suspense keruh
b.      Koloid stabil, suspensi tidak stabil
c.       Koloid bersifat homogen, suspensi bersifat heterogen
d.      Koloid terdiri atas dua fasa, sedangkan suspense dua fasa
e.      Koloid dapat disaring, sedangkan suspense tidak dapat disaring.
2.       Diameter butir-butir lemak pada susu mempunyai ukuran lebih kurang…. Cm
a.       10-2
b.      10-4
c.       10-6
d.      10-9
e.      10-5
3.       Zat yang bukan merupakan sistem koloid adalah….
a.       Cat
b.      Tinta
c.       Kaca
d.      Udara
e.      Kabut
4.       Jenis koloid yang fase terdispersinya cair dalam medium pendispersi gas yaitu…
a.       Gel
b.      Sol
c.       Busa
d.      Emulsi
e.      Aerosol cair
5.       Kombinasi yang tidak mungkin menghasilkan sistem koloid adalah…
a.       Cair-cair
b.      Gas-cair
c.       Padat-gas
d.      Gas-gas
e.      Padat-cair
6.       Sistem koloid yang partikel-partikel terdispersinya tidak dapat menarik molekul-molekul pelarutnya disebut…
a.       Liofil
b.      Liofob
c.       Hidrofil
d.      Pelindung
e.      hidrofob
7.       Diketahui beberapa pembuatan koloid seperti berikut
1)      Satu sendok teh gula dan satu sendok teh belerang digerus kemudian dilarutkan ke dalam air
2)      Pembuatan susu dengan mesin homogenisasi
3)      Air dipanaskan kemudian ditetesi larutan FeCl3
4)      Larutan As2O3 dialiri gas H2S
Pembuatan koloid yang termasuk cara kondensasi adalah….
a.       1 dan 2
b.      1 dan 3
c.       2 dan 3
d.      2 dan 4
e.      3 dan 4

8.       Larutan koloid dimurnikan dengan cara
a.       Kristalisasi
b.      Penguapan
c.       Dialysis
d.      Destilasi
e.      filtrasi
9.       Kosmetik yang bukan tergolong tipe sol adalah….
a.       Cat kuku
b.      Masker cair
c.       Parfum spray
d.      Susu pembersih kulit
e.      Susu pembersih muka
10.   Tujuan menambah larutan ammonia dalam getah karet yaitu….
a.       Untuk mengkoagulasikan sol lateks
b.      Melindungi sol agar tidak menggumpal
c.       Melindungi sol lateks dari bahan yang berifat basa
d.      Agar getah karet mudah dipisahkan dari mediumnya
e.      Sebagai bahan pencuci sebelum karet dibuat lembaran

Essay
1.       Apakah yang dimaksud dengan koloid?
2.       Kelompokkan benda-benda berikut ini termasuk dalam jenis koloid apa saja!
3.       Bagaimana cara pembuatan Sol AgCl dengan reaksi pengendapan?
4.       Sebutkan jenis koloid apa saja yang digunakan pada kosmetik serta berikan contoh !
5.       Mengapa warna langit pada siang hari tampak biru?























  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

E. Penggunaan sistem koloid dalam kehidupan sehari-hari


                                I.            Bidang Industri
-          Getah karet
Getah karet merupakan koloid tipe sol yang banyak digunakan sebagai bahan dasar idustri karet. Karet diperoleh dengan cara mengkoagulasikan getah karet dengan asam formiat (HCOOH) atau asam asetat, agar menggumpal dan terpisah dari medium pendispersinya. Gumpalan karet kemudian digiling dan dicuci kemudian diproses lebih lanjut sebaga lembaran yang disebut sheet.
Getah karet yang digunakan pada pembatan balon atau karet busa tidak digumpalkan,tetapi dibiarkan dalam wujud cair yang dikenal dengan lateks. Agar tetap dalam keadaan stabil, getah karet dicampur dengan larutan ammonia (NH3 (aq)). Larutan ammonia bersifat basa akan melindungi karet didalam sol lateks dari zat-zat bersifat asam. Kondisi ni akan melindungi sol dari penggumpalan.

-          Cat
Merupakan koloid tipe sol. Partikel-partikel padat berupa zat warna, oksia logam, bahan penstabil, bahan pengawet, zat pencermelang, zat pereduksi dihaluskan hingga berukuran partikel koloid. Partikel koloid ini selanjutnya didispersikan dalam suatu cairan, agar sol tetap terjaga kestabilannya dan bahan-bahan didispersikan tidak mengendap ditambahkan emulgator atau zat pelindnung yang tergantung pada jenis medium pendispersinya. Apabila medium pendispersi berupa senyawa polar missal air dan alcohol, emulgatornya harus yang dapat larut dalam pelarut polar. Dan sebaliknya jika medium pendispersi berupa senyaw nonpolar, maka emulgator juga dapat larut dalam pelarut nonpolar
Zat pelindung  dalam cat berfungsi  untuk melindungi bahan-bahan pewarna atau bahan padat lain yang menempel pada bahan yag dicat dari pengaruh panas. Oleh karena itu, saat cairan pelarut menguap, sifat-sifat bahan pewarna dan bahan-bahan lain yang didispersikan tidak berubah oleh pengaruh cahaya matahari atau zat-zat kimia lain yang bersentuhan dengan bahan cat tersebut.  

                              II.            Bidang makanan
Contoh dalam bidang makan adalah susu, mentega dsb. Susu merupakan emulsi yang berwarna putih kekuningan dan bersifat asam lemah.

                            III.            Bidang kosmetik dan farmasi
Bahan-bahan kosmetik hampir 90% dibuat dalam bentuk koloid.  Bahan berbentuk koloid mempunyai beberapa kelebihan seperti:
a.       Mudah dibersihkan
b.      Tidak merusak kulit dan rambut
c.     Mudah menyerap berbagai bahan yang berfungi sebagai pewangi,pelembut, dan pewarna
d.      Mengandung dua jenis bahan yang tidak aling melarutkan.

Beberapa tipe koloid yang digunakan dalam kosmetik sebagai berikut.
a.       Sol padat, contoh: kosmetik lipstick, mascara, dan pensil alis.
b.      Sol, contoh: kosmetik cat kuku, susu pembersih muka dan kulit, cairan mascara.
c.       Emulsi, contoh: kosmetik pembersih muka.
d.      Aerosol: kosmetik parfum semprot, hair spray, penyegar mulut bentuk semprot.
e.      Buih, contoh: sabun cukur
f.    Gel, kosmetik minyak rambut. 






  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Pembuatan Koloid


1)      Cara Kondensasi
Dibedakan menjadi 2 cara yaitu cara kimia dan fisika. Cara ini diterapkan untuk membuat koloid tipe sol,khususnya sol emas dan sol belerang
§  Cara kimia
-          Reaksi pengendapan
Dilakukan dengan cara mencampurkan dua macam larutan elektrolit, hingga menghasilkan endapan yang berukuran koloid.
Contoh: pembuatan sol AgCl dengan cara mencampurkan larutan AgNO3 encer dengan larutan HCl encer atau NaCl encer.
Reaksi yang terjadi:
AgNO3(aq) + HCl(aq) à AgCl (S) + HNO3 (aq)
-          AgNO3(aq) + NaCl(aq) à AgCl (S) + NaNO3 (aq)

-          Reaksi hidrolisis
Koloid dibuat dengan mereaksikan garam tertentu dengan air. Contoh sol Fe(OH)3 dibuat dengan menambahkan larutan FeCl3 dalam air mendidih. Larutan FeCl3 akan terionisasi menghasilkan ion Fe3+yang aka terhidrolisis menjadi Fe(OH)3
Reaksi : FeCl3 (aq) + 3H2O (aq) à Fe(OH)3 (s) + 3HCl  (aq)


-          Reaksi pemindahan
Koloid  dibuat dengan mengalirkan gas asam sulfide ke dalam larutan arsen(III) oksida pada pembuatan sol As2O.
Reaksi: As2O3(aq) + H 2O (g) à As2S3(s) + 3H 2O (l)
Contoh lain pada pembuatan sol belerang dengan menambahkan larutan HCL dalam larutan Na2S2O3 yang akan menghasilkan partikel belerang berukuran partikel koloid.
 Reaksi:Na2S2O3 (aq) + 2HCl (aq)à2NaCl 3(aq) + H2SO 3(aq) + S (a)
-          Reaksi redoks
o  Sol Emas
Dibuat dengan mereduksi larutan garamnye dengan reduktor nonelektrolit seperti formaldehid.
Reaksi: 2AuCl3(aq) + 3HCHO(aq) +3H2O(l) à 2Au (s) + 6H2O(aq)+ 3HCOOH(aq)
o  Sol belerang
Dibuat dengan mengalirkan gas asam sulfide kedalam laruan SO3 atau larutan H2O2.
Reaksi: 2H2S(aq) + SO2(aq) à 3S2(s) + 2H2O (l)
                H2s(g)+H2O2(aq)à S(s) + 2H2O9(l)

§  Cara fisika
Cara ini digunakan dengan mengkondensasikan partikel koloid melalui cara cara berikut.
1.       Pengembunan uap
Diterapkan pada sol raksa. Sol raksa di buat dengan menguapkan raksa, uap raksa selanjutnya dialirkan melalu air dingin sehingga mengembun dan diperoleh partikel raksa berukuran koloid.

2.       Pendinginan
Pembuatan koloid dengan proses pendinginan bertujuan untuk mengumpulkan suatu larutan sehingga menjadi koloid karena kelarutan suatu zat sebanding dengan suhu.

3.       Penggantian pelarut
Digunakan untuk mempermudah pemnuatan koloid yang tidak dapat larut dalam suatu pelarut tertentu. Contoh pada pembuatan ol belerang. Belerang sukar larut daam medium air sehingga air diganti dengan alcohol. Sol belerang dala air dibuat dengan cara melarutkan belerang ke dalam alcohol hingga diperoleh larutan jenuh. Larutan jenuh ini selanjutnya diteteska sedikit demi sedikit ke dalam air hingga terbentuk sol belerang.

2)      Cara Dispersi
Merupakan cara pembuatan koloid yang berasal dari  suspensi dengan 4 empat cara sebagai berikut:

a)      Cara Busur Bredig
Cara ini dilakukan untuk membuat partikel-partikel fase terdispersi dengan menggunakan loncatan bunga api listrik. Cara ini banyak digunakan untuk membuat sol logam. Logam yang akan didispersikan dipasang sebagai electrode-elektrode yang dihubungkan dengan sumber arus listrik bertegangan tinggi loncatan bunga api listrik yang muncul diantara kedua electrode akan menguapkan sebagian logam. Uap logam terbentuk didalam medium dispersi akan menyublim dan membentuk partikel halus. Contohnya pada pembuatan sol emas dan sol platina.




b)      Mekanik
Cara ini dilakukan dengan penggerusan zat padat hingga halus, kemudian didisperikan ke dalam medium pendispersi. Proses ini fase terdispersinya kadang-kadang mengalami penggumpalan kembali sehingga perlu ditambahkan zat pemantap ( stabilizer). Contoh: pembuatan mentega, tinta, cat.

c)       Homogenisasi
Suatu cara digunakan untuk membuat suatu zat menjadi homogen dan berukuran kolid. Cara ini digunakan untuk zat yang partikelnya berukuran lebih kecil dari ukuran partikel koloid dengan memperbesar ukura partikel menjadi ukuran partikel koloid dan melewatkannya melalui lubang berpori bertekanan tinggi. Partikel ini selanjutnya didispersikan ke dalam medium pendispersinya. Contoh pada pembuatan susu dari lemak susu.



d)      Peptisasi
Cara pembuatan koloid dengan jalan memecah partikel zat yang mengendap dalam medium pendispersni air menjadi berukuran partikel koloid. Proses ini diikuti dengan penambhan suatu elektrolit atau dengan menghilangkan ion-ion elektrolit penyebab pengendapan.
Cara ini digunakan pada pembuatan sol perak iodide (AgI). Sol ini dibuat dengan cara mencampur larutan AgNO3 dengan larutan KI berlebih. Campuran kedua larutan ini menghasilkan endapan AgI. Endapan AgI kemudian dicuci agar mengalami peptisasi, yaitu terbentuknya partikel koloid AgI. Pencucian mengakibatkan hilangnya kelebihan elektrolit sehingga AgI dapat terdispersi kembali.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS